8 Rekomendasi Buku Self Healing Terbaik untuk Para Pekerja
8 Rekomendasi Buku Self Healing Terbaik untuk Para Pekerja
8 Rekomendasi Buku Self Healing Terbaik untuk Para Pekerja

Bagi para pekerja maupun job seeker, mungkin membutuhkan ragam buku mengenai self healing. Pasalnya, kumpulan buku tersebut dinilai dapat menjadi alternatif yang baik saat kesehatan mental sedang memburuk.

Tak hanya itu, buku-buku ini juga diciptakan oleh para praktisi dan psikolog ternama. Dengan begitu, insight dan materi di dalamnya dijamin bisa membantu secara efektif saat kamu sedang stres.

Nah, kamu tak perlu bingung memilih buku yang perlu dibaca.

1. The Time Keeper (2012): Mitch Albom
Buku self healing pertama yang direkomendasikan untukmu berjudul The Time Keeper. Melansir Upjourney, buku karya Mitch Albom ini sebenarnya dikhususkan bagi orang yang sepakat bahwa masalah hidupnya merupakan tantangan spiritual. Namun, karya ini juga mengungkapkan bahwa kepercayaan saja takkan cukup untuk menghilangkan stres dan kesedihan. Sesungguhnya, hal yang perlu dilakukan adalah untuk mengidentifikasi dan mengutarakan rasa pahit tersebut terlebih dahulu. Buku ini cocok bagi kamu yang sedang berkutat dengan luka atau peristiwa buruk di masa lalu.

2. Jeda (2018): Andre Rianda
Jeda merupakan salah satu buku dengan topik self-healing terbaik yang bisa kamu dapatkan. Hal ini karena Jeda mampu mengajak pembacanya untuk berhenti sejenak dan merenungkan perjalanan hidupnya.
Buku karya Andre Rianda tersebut mendorong kita untuk mematangkan pikiran dan memastikan langkah saat hendak melangkah ke masa depan. Dalam buku ini pun terbagi tiga pembahasan utama, yakni diri sendiri, orang-orang di sekitar, dan perasaan cinta. Hebatnya, seluruh isu tersebut dapat dirangkum dalam bahasa dan alur yang mudah dimengerti.

3. You Can Heal Your Life (1984): Louise Hay
Menurut Big Brain Coach, You Can Heal Your Life merupakan salah satu buku self healing yang mumpuni. Mengapa demikian? Sebab, ia dinilai memiliki pola pemikiran yang unik terhadap kesehatan mental dan fisik manusia. Pemikiran dasar dari buku ini adalah fakta bahwa pikiran dan tubuh manusia sejatinya saling berhubungan. Menurut Louise Hay, akar penyebab dari seluruh penyakit yang dirasakan oleh badan dan jiwa kita sejatinya terbentuk oleh pikiran. Ketidakseimbangan aspek emosional atau spiritual dari otaklah yang selama ini menyebabkan penyakit bagi jiwa kita. Nah, You Can Heal Your Life sendiri adalah salah satu buku terlaris New York Times. Pada tahun 2008, lebih dari 35 juta kopi buku ini telah terjual di seluruh dunia. Sekarang, buku ini pun tersedia dalam lebih dari 30 bahasa.

4. Recovery of Your Inner Child (1991): Lucia Cappchione
Pilihan buku self healing selanjutnya yang bisa kamu baca di waktu luang adalah Recovery of Your Inner Child. Buku ini adalah salah satu buku healing terbaik dan merupakan bahan bacaan yang bagus bagi kamu yang merasa kekanak-kanakan. Buku pemulihan ini juga memberikan metode latihan terstruktur mengenai cara berekspresi dengan kreatif. Recovery of Your Inner Child juga mengajarkan cara-cara jitu untuk menerima dan menghilangkan kekurangan diri sendiri.

5. Hari Ini atau Esok (2020): Astrid Savitri

Hari Ini atau Esok merupakan buku self healing dengan tema petualangan yang cukup unik. Karya tulis ciptaan Astrid Savitri ini mengundang pembacanya untuk memotivasi diri sendiri dan yakin akan segala kemampuan yang dimiliki. Meskipun membahas topik yang cukup berat, buku ini sejatinya cukup ringan untuk dibaca di waktu luang. Bukunya pun hadir dengan gambar dan tampilan full color, sehingga tak membosankan untuk disimak.

6. The Empath’s Survival Guide (2017): Judith Orloff

Buku self healing ini sejatinya disediakan secara khusus bagi kamu yang merasa sebagai people pleaser. Mengapa demikian? Sebab, menurut Upjourney, buku karya Judith Orloff tersebut akan mendorongmu untuk lebih memerhatikan kebutuhan diri sendiri. Meskipun membantu orang lain merupakan hal yang terpuji, sebaiknya segala sesuatu yang kamu lakukan memiliki imbas yang sesuai untuk keperluan pribadi. Judith Orloff sendiri adalah seorang seorang psikiater di Fakultas Klinis Psikiatri UCLA. Karier Orloff dimulai dengan tujuan untuk memilah kemampuan empatiknya sebagai seorang remaja.

7. The Highly Sensitive Person (1996): Elaine Aron
Jika kamu sedang mencari buku self healing dengan topik yang cukup ringan, The Highly Sensitive Person dapat menjadi pilihan yang baik. Menurut Big Brain Coach, buku ini adalah bahan bacaan yang tepat bagi orang-orang yang sangat sensitif. Karya ciptaan Elaine Aron tersebut menjelaskan cara-cara terbaik bagimu untuk introspeksi diri dan lebih menghargai kekurangan. Elaine Aron sendiri merupakan seorang psikolog klinis. Buku ini ia ciptakan agar pembacanya bisa memenuhi potensi yang mereka miliki.

8. Self-Compassion (2011): Dr. Kristin Neff
Buku self healing terakhir yang direkomendasikan untukmu bertajuk Self Compassion. Menurut Jodie Gale, buku ini menyoroti fakta bahwa self compassion dapat menghasilkan kebahagiaan, kesehatan, dan kesuksesan yang besar bagi hidup seseorang. Dr. Neff sendiri telah meneliti secara ekstensif manfaat bersikap lembut, baik hati, dan pemaaf terhadap diri kita sendiri. Ia juga menunjukkan bagaimana self criticism merupakan hal yang berbahaya bila tak didampingi rasa belas kasih untuk diri sendiri.

sumber artikel : https://glints.com/id/lowongan/buku-self-healing/#.YoCgVlRBzrd
sumber gambar : https://www.canva.com/

Komentar
Belum Ada Komentar
Tambahkan Komentar