People With Purpose
People With Purpose
People With Purpose

People With Purpose

“Decide upon your major definite purpose in life and then organize all your activities around it.” (Brian Tracy)

MEMUKAU. Paparan pendek yang hanya dalam beberapa slide, sudah cukup berceritera tentang apa yang terjadi di balik itu. Dan lebih menggugah lagi, manakala  paparan menyentuh materi tentang “Purpose”. Di Jepang, mereka mengartikannya dengan Ikigai, reason to live.

Gambar di bawah ini bisa menjelaskan secara sederhana melalui titik singgung antara empat elemen: passion, mission, profession dan vocation. Sementara itu di lingkar paling luar, elemen-elemen tersebut bertalian erat dengan what you love, what you are good at, what the world needs and what you can be paid for.

1. People With Purpose
Bersama teman-teman komunitas HR SUDARA (SUmber DAya RAsuli), kami sungguh berterima kasih mendapatkan kesempatan kunjungan ke kantor Unilever Indonesia, yang banyak mendapat perhatian masyarakat sebagai model kantor idaman.

Masa Kerja di Mata Milenial
“Nama saya Bibin, saya adalah training manager, bekerja di perusahaan PT Perkasa selama 20 tahun,……………” Demikian gaya Bibin (boomers) memperkenalkan diri penuh kebanggaan, dalam sebuah forum publik. Peserta yang kebanyakan Millenials hanya saling berpandang penuh tanya: 20 tahun?

Demikian contoh kecil yang digambarkan oleh Irma Erinda, tentang bagaimana Millenials memaknai masa kerja, yang boleh jadi berbeda dengan cara boomers melihatnya. Bukan lama masa kerja, tapi apa yang ada sepanjang masa kerja 20 tahun di perusahaan itu. Nilai tambah apa yang sudah dia kontribusikan kepada perusahaan, sehingga sebaliknya nilai tambah apa yang juga sudah dia dapatkan, bagi kehidupan profesionalnya?

2. People With Purpose
Everyone has Purpose
Di perusahaan Unilever, langkah bertransformasi sudah diambil untuk menjalin semua unsur terkait untuk bersatu mencapai sustainable business, melalui program bertema “Connected 4 Growth” Transformation, disingkat C4G. Dan satu dari empat key drivers-nya tentu adalah “Retaining and attracting High Calibre People.”

Untuk menunjang hal tersebut, diluncurkan Gerakan People with Purpose dimulai dengan 4P’s:
Purpose:opportunity for all to identify and realize their purpose; acknowledge personal preferences and career wishes.
Potential: no label; progression and recognition for all.
Performance: open, honest “always on” conversation and feed-back.
Plan: personalized purpose-linked performance and development plan ditunjang dengan “Right Mindset”:

Empowerment
Collaboration
Experimentation
Tujuannya tidak lain adalah untuk unleash the capacity in all the people, agar bisa sejalan seiring untuk mencapai business sustainable purpose. Beberapa rekaman kami sajikan berikut ini:

3. People With Purpose
Komen teman-teman yang berkunjung
Butir-butir penting dari kunjungan ini, sempat direkam teman-teman dan dibagi entah via WA ataupun laman Facebook-nya.
Pak Lilik Agung, Ketua SUDARA berkisah: (urutan lima dari kiri)

4. People With Purpose
“Kantor yang didesain ramah lingkungan, nyaman dan kata kawan-kawan Unilever: agile. Makanya kantor ini mirip mall. Semua ada disini, mulai dari salon, mini market, kantin, cafe, klinik hingga tempat penitipan anak bagi karyawan. Pun karyawan bebas untuk bekerja dimana saja. Mau seharian nongkrong di salon sambil mengerjakan laporan dan mengontak konsumennya, bebas.

Dan Unilever memang digdaya. Dimulai dari SDM-nya. Konsep kuno: IPO –Input, Proses, Output- berjalan dengan sempurna. Rekrut calon terbaik. Didik dengan benar. Calon terbaik itu akan menjadi karyawan produktif. Pengembangan SDM melalui 4P: Purpose, Potential, Performance, Plan.

 Menjadi wajar, dalam usia panjang Unilever tetap tidak terkalahkan. Dipastikan ada 3 – 5 produk Unilever di rumah Anda.
Selamat untuk kawan-kawan Unilever yang menunjukkan bahwa karyawan Indonesia itu berprestasi”.
Sementara itu Bapak Alfons Prawira Satya juga mengedepankan pengamatannya:
“Kantor pusat Unilever Indonesia, boleh jadi kantor dengan desain terbaik yang pernah saya datangi. Lay–out–nya bisa bikin iri karyawan perusahaan lain. Dengan luas 30.000 m2, kantor ini didesain dengan konsep terasiring sawah, dalam ruangan. Tanaman hidup bertebaran di seluruh ruangan. Dilengkapi 174 meeting room (banyak banget ya?), Atrium yang wah, kantin yang apik, kantor ini dilengkapi dengan daycare untuk penitipan anak sepanjang hari kerja, ruang gym, karaoke room, dll.

Tak cukup hal itu, manajemen Unilever konsisten mengajak setiap karyawannya menemukan purpose dalam bekerja. Setiap karyawan baru, mendapat 3 pertanyaan berikut: Apa purpose Anda dalam bekerja? Bagaimana Anda mencapai purpose Anda melalui perusahaan ini ? Mengapa Anda bergabung di sini?

Tiga pertanyaan di atas, rasanya perlu dijawab setiap orang. Siapapun dia. Di manapun dia bekerja”.

Kuangkat Topi. Tanpa kusadari, saya sudah mengambil sikap mengangkat topi, memberikan “salut hormat” kepada para penerus di Unilever, Bapak Willy Saelan, HR Director, Maria Dewantini Dwianto dan Irma Erinda. Apa yang mereka dan teman-temannya lakukan sudah menyentuh inti Purpose terdalam, menjawabi pertanyaan: “Why I’m Doing what I’m doing now” dalam konteks menanggapi life calling masing-masing. Dan di sini keterkaitan antara purpose Individu dan purpose Tim, akan mengalir lancar menyatu dengan purpose Perusahaan secara seamless, terutama karena telah terbentuk ekosistem untuk unleashing the capacity in all the people, di mana “everyone can be their best”.
“Creating and integrating an empowering personal mission statement is one of the most important investments we can make.” (Stephen Covey)

Oleh: Josef Bataona

Komentar
Belum Ada Komentar
Tambahkan Komentar